≡ Menu

Jakarta krisis air

Jakarta krisis air, Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian hari ini, Kamis (30/5) menyelenggarakan seminar Implementasi Kebijakan Water Harvesting (Pemanenan Air) dalam rangka Manajemen Resiko Sumber Daya Air di DKI Jakarta. Dalam seminar ini hadir Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Gubernur DKI Joko Widodo, Kepala Bappeda Jawa Barat Deny Juanda Puradimana dan lain sebagainya.

Dalam menyampaikan sambutannya, Djoko Kirmanto bercerita kalau pagi ini dia juga harus menerima demo dari warga lumpur Sidoarjo yang belum mendapatkan ganti rugi. Setelah menemui pendemo sekitar 10 menit, Djoko langsung ‘terbang’ ke Hotel Borobudur untuk mengikuti seminar yang telah ditunggu oleh Jokowi.

“Tadi ada demo lumpur Sidoarjo, karena ada masalah air (acara di Jakarta), saya selesaikan 10 menit lalu saya datang ke sini. Semua event menyangkut masalah air dan lingkungan kalau saya bisa saya pasti akan datang karena itu masa depan kita,” ucapnya dalam sambutan di Ruang Singosari Hotel Borobudur.

Menurutnya, saat ini kebutuhan air di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Kebutuhan air dan kemampuan menyediakan air tidak lagi mencukupi. Melalui acara ini, Djoko berharap masyarakat dan pemerintah bisa lebih berhati-hati dalam mengelola air.

“Kita harus hati-hati mengelola air. Masalah air ini bisa menyebabkan banjir dan kekeringan. Kejadian banjir di Indonesia cenderung meningkat, 2011 mencapai 500 kali, selain itu longsor juga terjadi,” jelasnya.

Djoko meminta pemerintah dan masyarakat bekerjasama dalam mengelola air. “Pengelolaan air dengan cara sendiri-sendiri dan maupun instansi pemerintah saja tidak dapat lagi dipertahankan,” tutupnya singkat.

sumber

http://www.merdeka.com/uang/di-depan-jokowi-menteri-pu-ungkap-kondisi-krisis-air-jakarta.html